Transgender yang Menyulut Musim Semi Agung

Chelsea Manning setelah bebas | NPR

Sumbubotol.com – Chelsea Elizabeth Manning merupakan transgender yang lahir dengan identitas Bradley Edward Manning pada 17 Desember tahun 1987. Namun di sini dirinya akan dikenal sebagai Chelsea Manning berangkat dari kemauannya. Sosok ini dapat dibilang sebagai pembocor rahasia yang paling terkenal di dunia; Pembuka jendela, bagi cahaya yang tidak dikehendaki Pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk menyinari rakyatnya!

Sosok yang merasakan derasnya maskulinitas barak militer ini merupakan prajurit Angkatan Darat AS yang dihukum oleh pengadilan militer pada Juli tahun 2013. Akibat tindakannya dalam menyebar informasi yang ingin ditutup-tutupi oleh Pemerintah AS, dirinya dijatuhi dakwaan pelanggaran Undang-Undang Spionase beserta pelanggaran turunan lainnya.

Hampir tiga perempat juta dokumen militer dan diplomatik baik yang diklasifikasikan ataupun tidak, diberikan kepada Wikileaks.

Fenemona yang kemudian menggulung Timur Tengah dan Arab Maghrib ini, dimulai ketika dirinya ditugaskan pada tahun 2009 di unit Angkatan Darat di Irak sebagai seorang analis intelejen. Posisi ini otomatis memberikan akses yang cukup leluasa pada basis data rahasia.

Edward Snowden maupun Glenn Greenwald sepertinya cukup ada benarnya ketika mengatakan bahwa The Washington Post dan The New York Times sungguh tidak bisa dipercaya dan cenderung menjadi hewan peliharaan yang patuh pada majikannya!

Chelsea Manning pada saat itu menghubungi kedua media di atas untuk menanyakan apakah mereka tertarik dengan informasi yang dirinya miliki. Responsnya wow! The Washington Post kedengarannya tidak terlalu tertarik dan The New York Times tidak memberikan balasan!

Mengetahui kenyataan ini, kemudian diputuskan bahwa pada 3 Februari tahun 2010, Wikileaks merupakan tujuan layak bagi dokumen Perang Irak dan Perang Afghanistan. Dokumen-dokumen tersebut dikirimkan melalui Tor. Pada 11 Februari 2010, dirinya kembali ke Irak selepas cuti dua minggu dengan diliputi pertanyaan, apakah Wikileaks telah menerima dokumen yang telah dikirimkan.

Cerita mengenai pembocoran yang dilakukan oleh Chelsea Manning yang asal dibagikan pada kawan daringnya, Adrian Lamo berujung suram. Sosok yang di kemudian hari akan dikucilkan oleh para hacker ini, memberitahukan adanya upaya pembocoran kepada kontra-intelejen militer.

Hasilnya, upaya pembocoran yang terlanjur dilakukan tetap tidak dapat dicegah. Meski demikian, dengan menyesakkan dada, di bulan Mei 2010, sosok yang berjasa dalam pengungkapan kenyataan brutal, Chelsea Manning, akhirnya ditangkap.

Materi yang dibocorkan berupa video serangan udara yang ditujukan ke Baghdad Juli tahun 2007 dan tahun 2009 di Granai, Afghanistan; 251.287 pesan diplomatik rahasia milik AS; 482.832 laporan dari Angkatan Darat AS tentang Perang Irak dan Perang Afghanistan; Serta Pesan diplomatik rahasia Kedutaan Besar AS di Reykjavik, Islandia.

Bocoran terakhir berisi Laporan Departemen Pertahanan AS yang mengulas Wikileaks itu sendiri dan beberapa dukumen tentang Guantanamo. Bersama mitra medianya, Wikileaks menerbitkan materi-materi bocoran awal antara bulan April dan November 2010.

Di dalam prosedur operasinya, Wikileaks berupaya untuk membuat identitas sang pembocor menjadi seanonim mungkin. Bahkan bila perlu, seorang pembocor tetap bisa meninggalkan identitasnya di suatu tempat yang aman dan kemudian muncul dengan identitas baru untuk memberikan informasi yang ingin dibocorkan kepada Wikileaks.

Kedua dokumen perang yang diungkapkan Chelsea Manning menabuh suara nyaring adanya jumlah korban yang jauh lebih besar ketimbang yang selama ini diberitakan!

Aksi Chelsea Manning 

Dalam kronologi ringkas, kisah Chelsea Manning dalam membocorkan sejumlah materi berangkat pada oktober tahun 2009. Pada bulan ini dirinya dikirimkan ke Irak. Sebulan kemudian, November, ia menemukan video serangan udara di Baghdad. Lalu di bulan yang sama, tepatnya pada tanggal 25 November, Wikileaks menerbitkan kisah seputar tragedi 11/9. Barulah di momen ini Chelsea Manning mulai menjalin kontak dengan pihak yang diduga sebagai Wikileaks.

Di tanggal 5 Januari tahun 2010, Chelsea Manning mengunduh 400.000 dokumen Perang Irak dan selang tiga hari berikutnya pada tanggal 8 Januari, dirinya gantian mengunduh 91.000 dokumen Perang Afghanistan. Hasil unduhan dokumen tersebut kemudian disimpan dalam material CD-RW dan melenggang mulus ketika melewati pihak keamanan karena hal sepele; Memberikan label Lady Gaga pada CD-RW tersebut.

Sungguh kejadian ini merupakan kombinasi indah antara kehidupan yang membosankan di garis depan, rasa frustasi yang berkepanjangan, sekaligus rasa muak untuk selalu curiga terhadap apa pun.

Dokumen yang telah disalin kemudian dipindahkan dari laptop pribadi menuju SD card kamera. Wikileaks pada 18 Januari tahun 2010 merilis pesan diplomatik rahasia AS, Reykjavik13, diduga bersumber dari Chelsea Manning. Dengan dugaan dari sumber yang sama, pada 15 Maret Wikileaks merilis laporan Departemen Pertahanan AS yang mengulas Wikileaks itu sendiri.

Pada 29 Maret, dirilis cerita mengenai profil-profil departemen AS, dan 5 April dirilis video serangan udara di Baghdad. Kedua informasi ini diperkirakan juga bersumber dari Chelsea Manning. Serangan helikopter Apache di Baghdad sendiri menghilangkan dua wartawan Reuters tanpa belas kasihan. Lebih tragisnya lagi, di balik video tersebut terdengar gelak tawa yang mengejek.

Chelsea Manning memulai obrolan daring dengan Andrian Lamo pada 21 Mei hingga tanggal 25. Pada tanggal 27 Mei kemudian, dirinya ditangkap di Irak akibat ulah Adrian Lamo yang melaporkan perbuatan tersebut pada Kontra-Intelejen Angaktan Darat AS.

Pada 6 Juni, Wired, sebuah majalah bulanan, menerbitkan sebagian catatan obroraln antara Chelsea Manning dan Adrian Lamo. Catatan Perang Afghanistan kemudian dipublikasikan oleh Wikileaks pada 25 Juli yang tentunya diduga didapatkan dari Chelsea Manning. Tiga hari berikutnya, 29 Juli, dirinya dikirim ke AS.

David Coombs, pengacara Chelsea Manning, mengatakan selama ditahan di Markas Marinir Quantico, Virginia, sejak 29 Juli tahun 2010, kliennya tidak diizinkan untuk tidur antara jam 5 pagi dan jam 8 malam. Jika dirinya mencoba untuk terlelap, maka petugas akan mencegah dengan membuatnya berdiri atau duduk.

Petugas pengawas mensyaratkan Chelsea Manning harus terus bisa dipantau. Konsekuensinya, akses untuk selimut ditiadakan dan bantal dibuat agar menyatu dengan kasur. Ruang tahanan Chelsea Manning berukuran 1,8 x 3,6 meter. Tidak ada jendela di ruangan ini. Selama di sini, dirinya diberi satu jam per hari untuk berjalan.

David Coombs mengatakan bahwa kliennya sedang bercanda ketika mengungkapkan bahwa bila ingin menyakiti diri sendiri, celana dalam dan sandal jepit adalah senjata yang lebih dari cukup untuk menyiksa diri. Konsekuensinya, petugas merespon dengan mengharuskan Chelsea Manning tidur dalam keadaan telanjang. Setelah kondisi ini menjadi perhatian media dan mendapat protes dari pengacaranya, pada 11 Maret aturan ini dihentikan.

Bagi Chelsea Manning sendiri, ini merupakan jerat hukuman praperadilan! Atas tekanan yang datang dari berbagai pihak, Pentagon kemudian memindahkan Chelsea Manning ke penjara militer di Kansas. Kini ruang tahanan memiliki jendela, kasur normal, dan diperbolehkan menyimpan benda-benda pribadi.

Selang hampir sebulan, 22 Oktober, Wikileaks kembali merilis catatan Perang. Kali ini catatan Perang Irak. Beberapa koran pada 28 November mempublikasikan pesan diplomatik rahasia milik AS yang didapatkan dari Wikileaks. Kedua rilisan ini juga diduga didaptkan dari Chelsea Manning.

Pada 1 Maret tahun 2011, Chelsea Manning dituduh atas beberapa tindak kejahatan. Kemudian pada 28 Februari tahun 2013, dirinya mengaku bersalah pada 10 dakwaan dari 22 dakwaan yang diajukan. Sidang dilangsungkan pada 3 Juni 2013 dan diputuskan dijatuhi 17 dari 22 dakwaan pada 30 Juli.

Mitologi Digital

Tindakan yang telah dilakukannya ini berdampak pada hukuman maksimum hingga 90 tahun. Pemerintah menawar sampai 60 tahun, sedangkan pengacara Chelsea Manning meminta hanya 25 tahun. Akhirnya, secara tragis pada 21 Agustus hukuman selama 35 tahun dijatuhkan kepadanya!

Sebenarnya Chelsea Manning dapat dibebaskan besyarat di tahun kedelapan bila berkelakuan baik, dan akan dipecat secara tidak terhormat dari Angkatan Darat. Bagi beragam gerakan masyarakat sipil, ini merupakan tindakan yang sama sekali tidak adil! The Guardian menyebut putusan ini, “Tidak Adil dan Tidak Adil!”

Pembocoran yang dilakukan oleh Chelsea Manning dan disiarkan oleh Wikilekas, berdampak besar bagi tersulutnya api revolusi. Musim semi mulai menjalar dengan gaduh di Tunisia, Libya, serta Mesir; antara Timur Tengah disandingkan dengan Afrika Utara!

Berbagai pesan diplomatik rahasia milik AS yang memuat boboroknya berbagai rezim di wilayah ini tersebar dengan cepat ke tangan-tangan aktivis lokal.

Di Tunisia, Tunileaks dan Nawaat.org bergerak tanpa ampun menelanjangi busuknya Rezim Ben Ali yang selama ini ditutup rapat. Manajer bisnis hingga pedagan sayur terkena hujan informasi dari mana saja; Twitter, Vimeo, Youtube, PDF, CD, USB, bahkan berakhir di Facebook sebagai gambar!

Banyak pihak yang kontra dengan upaya pembocoran, mengatakan bahwa ada kepentingan gelap dari tindakan ini. Bila Chelsea Manning memang gila harta dan punya niatan untuk memanfaatkan dokumen-dokumen super rahasia tersebut, mungkin memberikannya pada intelejen negara lain jauh lebih menguntungkan. Namun hal itu tak pernah terbesit sama sekali!

Chelsea Manning satu contoh yang pas untuk memperlihatkan bahwa, apa pun dirimu, selama dalam dirimu terpancar keberanian membara untuk menyuarakan kebenaran, maka semua itu patut untuk diberi penghargaan setinggi langit! Dia merupakan mitologi baru bersama para pembocor anonim lainnya!

Sungguh adalah tindakan menggelikan dan brutal, mengutuk menggunakan berbagai prasangka pada orang yang telah mempertaruhkan nyawa serta kebebasan hidupnya demi kehidupan global yang lebih terbuka, adil, sekaligus kebebasan menyampaikan informasi ke publik!

Dunia kini bergeser menuju pertempuran bagi kehidupan yang lebih bersih dan pemerintah yang bisa diawasi dari tindak kerahasian, korupsi, serta pelanggaran HAM. “Kadang-kadang, Anda harus membayar harga yang berat untuk hidup dalam masyarakat bebas.”

Chelsea Manning kini tertutup di dalam pintu tahanan. Tapi seribu pintu dan jendela, kini mulai terbuka berkat tindakannya!

***

Tulisan ini didedikasikan bagi seluruh pihak yang telah berani bersuara dan meniup peluit kebenaran, yang semestinya harus diketahui publik! Terima kasih diucapkan kepada Amnesty Internasional, The Intercept, serta Sami Ben Gharibia, dalam memberikan informasi yang terang dan penuh empati!(*)

Artikel ini pertama kali diterbitkan pada 21 Januari 2017 dengan judul yang sama sebelum Chelsea Manning dibebaskan dan Adrian Lamo dikabarkan meregang nyawa pada 14 Maret 2018.

Pada 17 Mei 2017, Chelsea Manning akhirnya dibebaskan.

Comments

comments